Mengajar hari ini, menyiapkan generasi esok

  • – Hasan al-Bashri

    "Jika seorang mencari ilmu, maka itu akan tampak di wajah, tangan, dan lidahnya serta dalam kerendahan hatinya kepada Allah".

  • – Imam Syafi’i

    "Ilmu adalah yang memberikan manfaat, bukan yang sekadar hanya dihafal".

  • – Sufyan bin Uyainah

    "Tahapan pertama dalam mencari ilmu adalah mendengarkan, kemudian diam dan menyimak dengan penuh perhatian, lalu menjaganya, lalu mengamalkannya dan kemudian menyebarkannya"

  • – Imam Syafi’i

    "Barangsiapa belum pernah merasakan pahitnya menuntut ilmu walau sesaat, ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya"

  • – Ali bin Abi Thalib

    "Ilmu itu ada dua macam: apa yang diserap dan yang didengar. Dan yang didengar tidak akan memberikan manfaat jika tidak diserap"

14 Agustus 2026

Aplikasi Pemetaan Pola Berpikir Tumbuh

Pemetaan Pola Berpikir Tumbuh


Pemetaan Pola Pikir Siswa (Growth vs Fixed Mindset)

Pemetaan Pola Pikir Siswa

Instrumen Pemetaan Profil Pola Pikir (20 Soal)

Data Diri Peserta

Selamat Datang di Pemetaan Profil Pola Pikir

Instrumen ini dirancang untuk mengidentifikasi kecenderungan Pola Pikir Tumbuh (Growth Mindset) atau Pola Pikir Tetap (Fixed Mindset) Anda. Isilah data diri di bawah ini dengan lengkap sebelum memulai pengerjaan 20 pernyataan.

Aplikasi Pemetaan Profil Pola Pikir Siswa (Paket 20 Soal)

Dikembangkan oleh Heri Susanto (SMK Negeri 4 Surakarta) untuk Guru & Murid SMA/SMK/MA.

Share:

02 Agustus 2026

Tes Pemetaan Profil Pola Pikir Bertumbuh

Tes Pemetaan Profil Pola Pikir Bertumbuh


Growth Mindset atau Pola Pikir Berkembang adalah pola pikir yang menganggap keberhasilan dan kemampuan seseorang dapat berkembang melalui waktu, usaha, dan ketekunan. Orang dengan growth mindset percaya bahwa keterampilan dan kecerdasan mereka dapat ditingkatkan melalui upaya dan ketekunan, mereka merangkul tantangan, bertahan melalui hambatan, belajar dari kritik, dan mencari inspirasi dari kesuksesan orang lain. Keyakinan ini bukan suatu sihir yang secara instan dapat mengubahmu. Hanya saja, tanpa pola pikir berkembang, kita tidak akan mengerahkan upaya yang diperlukan sehingga kita akan terus terjebak. 

Konsep ini pertama kali diusulkan oleh Profesor Carol Dweck dari Stanford University dalam bukunya yang berjudul “Mindset: The New Psychology of Success”. Growth mindset penting karena memiliki sejumlah manfaat yang dapat membantu seseorang dalam berbagai aspek kehidupan. 

Tes Pemetaan Profil Pola Pikir Bertumbuh

klik MULAI

Upload di padlet di link SINI

Share:

28 Juli 2026

Pengantar Awal Pembelejaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA)

Pengantar Awal Pembelejaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA)

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti kegiatan ini, peserta didik diharapkan mampu:

  • Mengenal mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial.
  • Memahami manfaat AI dalam kehidupan sehari-hari.
  • Mengidentifikasi penerapan AI di bidang perhotelan.
  • Menyampaikan pendapat secara kritis.
  • Menetapkan target belajar selama satu semester.

Share:

LKPD Berpikir Komputasional - Dekomposisi

Link pengumpulan Hasil Pengisian LKPD (KLIK DI SINI)
LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial
Materi : Berpikir Komputasional
Topik  : Dekomposisi




LKPD Digital - Dekomposisi (Berpikir Komputasional)

LKPD Digital Interactive

Koding & Kecerdasan Artifisial - Dekomposisi

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

Koding & Kecerdasan Artifisial

Materi: Berpikir Komputasional | Topik: Dekomposisi

Fase: E (Kelas X SMK)
Alokasi Waktu: 2 JP (2 × 45 menit)

Identitas Peserta Didik

Capaian Pembelajaran

Menerapkan berpikir komputasional untuk memecahkan permasalahan pada objek sesuai bidang keahlian.

Tujuan Pembelajaran
  • Menjelaskan pengertian berpikir komputasional.
  • Menjelaskan konsep dekomposisi.
  • Menguraikan suatu permasalahan menjadi bagian-bagian kecil.
  • Menyusun solusi sederhana berdasarkan hasil dekomposisi.
1

Apersepsi & Amatan Awal

Bacalah Ilustrasi Berikut:

Seorang siswa ingin membuat acara ulang tahun temannya. Jika langsung mengerjakan semuanya sekaligus, pekerjaan terasa sangat sulit dan membingungkan. Namun ketika dibagi menjadi beberapa tugas seperti menentukan tamu, membuat undangan, membeli makanan, menghias ruangan, dan menyusun acara, pekerjaan menjadi lebih mudah dan teratur.

2

Materi Singkat

Apa itu Berpikir Komputasional?

Berpikir komputasional adalah cara berpikir logis dan sistematis untuk menyelesaikan masalah dengan langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh manusia maupun komputer.

Apa itu Dekomposisi?

Dekomposisi adalah proses memecah suatu masalah besar/kompleks menjadi beberapa masalah yang lebih kecil dan sederhana sehingga lebih mudah diselesaikan satu per satu.

Contoh Sederhana Dekomposisi:
Masalah Utama: Membuat Nasi Goreng
1. Menyiapkan bahan
2. Menyalakan kompor
3. Memanaskan minyak
4. Menggoreng bumbu
5. Memasukkan nasi
6. Memberi bumbu
7. Mengaduk rata
8. Menyajikan
3

Aktivitas 1: Menentukan Dekomposisi

Estimasi waktu: 15 menit

Pilihlah (✓) Ya atau Tidak

Tentukan apakah pernyataan berikut merupakan contoh penerapan dekomposisi atau bukan.

No Pernyataan Ya Tidak
1 Membuat akun email terdiri dari mengisi nama, email, password.
2 Belajar semalaman tanpa membagi materi.
3 Membersihkan rumah dibagi menjadi menyapu, mengepel, dan merapikan.
4 Mengerjakan semua tugas sekaligus tanpa skala prioritas.
5 Membuat kue dimulai dari menyiapkan bahan, mencampur adonan, lalu memanggang.
4

Aktivitas 2: Dekomposisi Masalah Umum

Estimasi waktu: 25 menit

Kasus: "Membuat Presentasi Tugas Sekolah"

Uraikan langkah-langkah dekomposisi untuk menyelesaikan tugas membuat presentasi tersebut:

1
2
3
4
5
5

Aktivitas 3: Studi Kasus Keahlian Jurusan

Estimasi waktu: 30 menit

Kasus A: Jurusan Kuliner

Masalah: "Membuat satu porsi nasi goreng untuk pelanggan restoran." Uraikan menjadi 7 bagian pekerjaan terkecil (dekomposisi) agar pesanan dapat disajikan tepat waktu dan lezat!

1
2
3
4
5
6
7
6

Aktivitas 4: Diskusi Kelompok

Pilih salah satu kegiatan harian untuk didekomposisi bersama kelompok

7

Refleksi Diri Peserta Didik

Berilah tanda centang pada opsi yang paling menggambarkan pemahamanmu setelah mengikuti kegiatan ini.

Pernyataan Refleksi Ya Belum
Saya memahami pengertian dan tujuan dari dekomposisi.
Saya dapat membagi masalah besar menjadi bagian-bagian kecil yang terstruktur.
Saya mampu menerapkan teknik dekomposisi pada permasalahan kehidupan sehari-hari / jurusan.
Saya siap mempelajari materi berpikir komputasional berikutnya (Pengenalan Pola).

Sudah selesai mengisi semua bagian?

Gunakan opsi di bawah ini untuk mencetak atau menyimpan dokumen sebagai PDF.

Share:

Subscribe Us

Latihan TKA (SD, SMP, SMA/SMK)

Latihan TKA (SD, SMP, SMA/SMK)
Berlatih dan Bisa

Pengikut

Statistik Pengunjung

Promo