Pembelajaran Phyton #2 - Print dan Variabel
Tujuan pembelajaran :
- Menjelaskan fungsi print() dalam bahasa pemrograman Python
- Menggunakan print() untuk menjalankan program sederhana
- Memahami dan membuat variabel dengan benar
Mengajar hari ini, menyiapkan generasi esok
"Jika seorang mencari ilmu, maka itu akan tampak di wajah, tangan, dan lidahnya serta dalam kerendahan hatinya kepada Allah".
"Ilmu adalah yang memberikan manfaat, bukan yang sekadar hanya dihafal".
"Tahapan pertama dalam mencari ilmu adalah mendengarkan, kemudian diam dan menyimak dengan penuh perhatian, lalu menjaganya, lalu mengamalkannya dan kemudian menyebarkannya"
"Barangsiapa belum pernah merasakan pahitnya menuntut ilmu walau sesaat, ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya"
"Ilmu itu ada dua macam: apa yang diserap dan yang didengar. Dan yang didengar tidak akan memberikan manfaat jika tidak diserap"
Pembelajaran Phyton #2 - Print dan Variabel
Tujuan pembelajaran :
Setelah pembelajaran, siswa mampu:
Mengenal berbagai environment penulisan Python (offline & online)
Menggunakan salah satu environment Python untuk menulis kode sederhana
Mengidentifikasi dan memberi contoh tipe data dasar Python
Menjalankan program Python pertama dengan percaya diri
💬 “Kalau mau ngetik surat pakai Microsoft Word,
terus kalau mau ngetik program Python, pakainya apa?”
contoh:
Ngetik surat → Word
Edit foto → Canva
Nonton video → YouTube
3 environment populer (tanpa detail teknis berat):
“Warga Muda Surakarta: Berakar Budaya, Bergerak untuk
Dunia”
A. IDENTITAS PROYEK
Dimensi
Profil Lulusan : Kewargaan
Tema Proyek : Warga Muda Surakarta: Berakar Budaya, Bergerak untuk Dunia
Bentuk Proyek : Proyek berbasis pameran (gelar karya)
Nama Kegiatan : Festival Budaya Warga Muda
Surakarta
Sasaran : Peserta Didik Kelas X
Waktu Pelaksanaan : 2 – 6 Februari 2026
B.
PENGANTAR PROYEK
Surakarta
merupakan salah satu kota budaya di Indonesia yang memiliki kekayaan nilai,
tradisi, dan kearifan lokal yang tumbuh dan hidup di tengah masyarakat. Budaya
lokal tersebut tidak hanya menjadi identitas kota, tetapi juga menjadi landasan
dalam membentuk sikap, perilaku, dan karakter warga Surakarta.
Di
tengah perkembangan zaman dan arus globalisasi, generasi muda dihadapkan pada
tantangan untuk tetap mengenal, memahami, serta melestarikan budaya lokal. Oleh
karena itu, diperlukan ruang pembelajaran yang memberi pengalaman nyata kepada
peserta didik untuk memaknai budaya sebagai bagian dari tanggung jawab
kewargaan.
Melalui proyek Dimensi
Profil Lulusan Kewargaan ini, peserta didik diajak untuk mengenal budaya lokal
Surakarta, memahami nilai-nilai kewargaan yang terkandung di dalamnya, serta
mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan proyek dirancang melalui
rangkaian aktivitas eksplorasi budaya, perencanaan karya, hingga gelar karya
dalam bentuk festival budaya.
Melalui
pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan, proyek ini diharapkan mampu
menumbuhkan kesadaran peserta didik sebagai warga muda Surakarta yang berakar
pada budaya lokal, berperilaku santun, serta berperan aktif dalam melestarikan
dan mengenalkan budaya daerah kepada masyarakat luas.
1.
Menumbuhkan
kesadaran peserta didik sebagai warga muda Surakarta yang memiliki tanggung
jawab dalam melestarikan
budaya lokal.
2.
Mengembangkan
sikap
kewargaan yang tercermin dalam perilaku santun, peduli, dan bertanggung
jawab dalam kehidupan sehari-hari.
3.
Meningkatkan
kemampuan peserta didik dalam memahami dan memaknai nilai-nilai budaya lokal Surakarta.
4.
Melatih
keterampilan
kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas peserta didik melalui kegiatan
perencanaan dan pelaksanaan pameran budaya.
5.
Mengembangkan
kemampuan peserta didik dalam mengemas dan mengenalkan budaya lokal Surakarta kepada
masyarakat luas melalui media kreatif.
6.
Membentuk
karakter peserta didik sebagai warga muda yang bangga terhadap identitas budaya
daerah serta berperan aktif dalam pelestariannya.
Link Pengumpulan Tugas :
Link Penilaian Antar Teman :
Pemahaman tentang penyajian data menjadi bagian penting dalam penguatan literasi numerasi siswa sekolah dasar. Melalui modul ajar Matematika kelas 2 SD Kurikulum Merdeka semester 2, topik “Berbagai Diagram” disusun dengan pendekatan pembelajaran mendalam SD agar peserta didik mampu membaca, menafsirkan, dan menyajikan data sederhana dalam bentuk visual yang mudah dipahami.
Dalam modul ajar pembelajaran mendalam Matematika kelas 2 SD, siswa diajak mengenal berbagai jenis diagram sederhana, seperti diagram gambar dan diagram batang, melalui aktivitas mengumpulkan data, mengelompokkan informasi, serta menyajikannya dalam bentuk diagram. Pembelajaran ini membantu siswa memahami bahwa data dapat disajikan dengan cara yang menarik dan informatif pada kelas 2 semester 2.
Baca juga :
Postingan blog ini menjadi pengantar bagi guru yang membutuhkan referensi modul ajar Matematika kelas 2 SD semester 2 dengan materi Berbagai Diagram Sederhana. Modul ajar ini dirancang untuk mendukung pembelajaran aktif dan kontekstual serta selaras dengan 8 dimensi Profil Lulusan, khususnya bernalar kritis, kreatif, dan mampu mengomunikasikan informasi sederhana.
Siswa mampu membaca, membandingkan, dan menyajikan data sederhana menggunakan berbagai jenis diagram.
Pembelajaran menekankan pengamatan langsung, pengolahan data sederhana, dan refleksi agar siswa memahami fungsi diagram sebagai alat penyaji informasi.
Rencana pembelajaran selengkapnya :
Kemampuan membilang hingga bilangan yang lebih besar menjadi langkah penting dalam penguatan numerasi siswa kelas 2 SD. Melalui modul ajar Matematika kelas 2 SD Kurikulum Merdeka semester 2, topik “Membilang Sampai dengan 100” dirancang dengan pendekatan pembelajaran mendalam SD agar peserta didik tidak hanya mampu menyebutkan urutan angka, tetapi juga memahami nilai tempat dan makna bilangan secara bertahap dan kontekstual.
Dalam modul ajar pembelajaran mendalam Matematika kelas 2 SD, siswa diajak membilang, mengelompokkan, serta membandingkan bilangan sampai 100 melalui penggunaan benda konkret, gambar, dan permainan numerasi. Aktivitas pembelajaran dikemas secara bertahap sehingga membantu siswa memperkuat pemahaman konsep bilangan pada kelas 2 semester 2 serta menumbuhkan rasa percaya diri dalam belajar Matematika.
Baca juga :
Rencana Pembelajaran Mendalam / Modul Ajar Matematika Kelas 2 SD Semester 1 - Pengukuran
Postingan blog ini menjadi pengantar bagi guru kelas 2 SD yang membutuhkan referensi modul ajar Matematika kelas 2 SD semester 2 yang praktis dan mudah diterapkan. Dengan topik Membilang Sampai dengan 100, pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan kemampuan numerasi sekaligus mendukung pencapaian 8 dimensi Profil Lulusan, khususnya bernalar kritis, mandiri, dan mampu belajar secara sistematis.
Siswa mampu membilang, menyebutkan, menuliskan, dan membandingkan bilangan sampai 100 menggunakan berbagai strategi dan media konkret.
Pembelajaran menekankan pengalaman langsung, eksplorasi, dan refleksi sederhana agar konsep bilangan dipahami secara bermakna dan berkelanjutan.
Rencana pembelajaran selengkapnya :
Pengukuran merupakan materi penting dalam pembelajaran Matematika yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Melalui modul ajar Matematika kelas 2 SD Kurikulum Merdeka semester 2, topik “Pengukuran” dirancang dengan pendekatan pembelajaran mendalam SD agar siswa mampu memahami konsep mengukur panjang, berat, dan waktu secara konkret, bertahap, dan bermakna.
Dalam modul ajar pembelajaran mendalam Matematika kelas 2 SD, siswa diajak mengukur berbagai benda menggunakan satuan tidak baku dan mulai dikenalkan dengan satuan baku sederhana. Aktivitas pembelajaran dilakukan melalui praktik langsung, pengamatan, dan diskusi sehingga siswa mampu membandingkan hasil pengukuran serta mengaitkannya dengan kebutuhan sehari-hari pada kelas 2 semester 2.
Baca juga :
Rencana Pembelajaran Mendalam / Modul Ajar Matematika Kelas 2 SD Semester 1 - Pecahan Sederhana
Postingan blog ini menjadi pengantar bagi guru yang membutuhkan referensi modul ajar Matematika kelas 2 SD semester 2 dengan materi Pengukuran yang mudah diterapkan di kelas. Dengan topik ini, pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan kemampuan numerasi sekaligus mendukung pencapaian 8 dimensi Profil Lulusan, khususnya bernalar kritis, mandiri, dan mampu memecahkan masalah sederhana.
Siswa mampu mengukur dan membandingkan panjang, berat, dan waktu menggunakan satuan sederhana melalui aktivitas nyata dan kontekstual.
Pembelajaran menekankan eksplorasi, praktik langsung, dan refleksi sederhana agar konsep pengukuran dipahami secara utuh dan berkelanjutan.
Rencana pembelajaran selengkapnya :