Pembelajaran Phyton #2 - Print dan Variabel
Tujuan pembelajaran :
- Menjelaskan fungsi print() dalam bahasa pemrograman Python
- Menggunakan print() untuk menjalankan program sederhana
- Memahami dan membuat variabel dengan benar
Mengajar hari ini, menyiapkan generasi esok
"Jika seorang mencari ilmu, maka itu akan tampak di wajah, tangan, dan lidahnya serta dalam kerendahan hatinya kepada Allah".
"Ilmu adalah yang memberikan manfaat, bukan yang sekadar hanya dihafal".
"Tahapan pertama dalam mencari ilmu adalah mendengarkan, kemudian diam dan menyimak dengan penuh perhatian, lalu menjaganya, lalu mengamalkannya dan kemudian menyebarkannya"
"Barangsiapa belum pernah merasakan pahitnya menuntut ilmu walau sesaat, ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya"
"Ilmu itu ada dua macam: apa yang diserap dan yang didengar. Dan yang didengar tidak akan memberikan manfaat jika tidak diserap"
Pembelajaran Phyton #2 - Print dan Variabel
Tujuan pembelajaran :
Setelah pembelajaran, siswa mampu:
Mengenal berbagai environment penulisan Python (offline & online)
Menggunakan salah satu environment Python untuk menulis kode sederhana
Mengidentifikasi dan memberi contoh tipe data dasar Python
Menjalankan program Python pertama dengan percaya diri
💬 “Kalau mau ngetik surat pakai Microsoft Word,
terus kalau mau ngetik program Python, pakainya apa?”
contoh:
Ngetik surat → Word
Edit foto → Canva
Nonton video → YouTube
3 environment populer (tanpa detail teknis berat):
LKPD Pemrograman Phyton Dasar #1
Setelah mengerjakan tugas ini, peserta didik diharapkan mampu:
Menjelaskan pengertian bahasa pemrograman Python.
Mengidentifikasi lingkungan dan prasyarat yang dibutuhkan untuk menjalankan Python.
Mengenal dan memahami tipe-tipe data dasar dalam Python.
Materi pengenalan koding dan Python
untuk siswa SMK. Membahas manfaat koding, contoh penerapan, dan belajar Python
dengan Google Colab.
pengenalan-koding-python-untuk-siswa-smk
Setelah mempelajari materi ini,
peserta didik diharapkan mampu:
·
Memahami pengertian koding dan
perannya di era digital
·
Menjelaskan pentingnya koding bagi
siswa SMK
·
Mengidentifikasi penerapan koding
dalam kehidupan sehari-hari dan dunia kerja
·
Mengenal lingkungan pemrograman
Python
·
Mencoba menjalankan Python
menggunakan Google Colab
Koding (coding) adalah proses menuliskan
instruksi kepada komputer menggunakan bahasa pemrograman agar komputer
dapat menjalankan perintah tertentu secara logis dan sistematis.
Koding dapat diibaratkan sebagai bahasa
komunikasi antara manusia dan komputer. Jika manusia menggunakan bahasa
Indonesia, maka komputer menggunakan bahasa pemrograman seperti Python,
Java, atau C++.
Contoh
Sederhana Koding
Beberapa contoh penggunaan koding
antara lain:
·
Menampilkan teks di layar
·
Menghitung nilai rata-rata
·
Menyimpan dan mengolah data
·
Membuat aplikasi dan sistem otomatis
Belajar koding tidak hanya bertujuan
untuk menjadi programmer, tetapi untuk melatih cara berpikir dan kesiapan
kerja.
Manfaat
Belajar Koding bagi Siswa SMK
Baca juga :
Materi Pembelajaran Algoritma dan Flowchart - Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA)
Contoh
Penerapan Koding dalam Kehidupan Sehari-hari
Tanpa disadari, kita menggunakan
hasil koding setiap hari, seperti:
·
Aplikasi media sosial
·
Sistem kasir minimarket
·
Aplikasi pemesanan makanan
·
ATM dan mobile banking
·
Sistem absensi dan pengolahan nilai
sekolah
Semua sistem tersebut berjalan
karena program yang dibuat melalui koding.
Berikut beberapa profesi yang
membutuhkan kemampuan koding:
·
Programmer / Software Developer
·
Web Developer
·
Data Analyst
·
AI Engineer
·
Game Developer
·
Teknisi Sistem Informasi
Hal ini menunjukkan bahwa koding
adalah keterampilan penting di masa depan.
Lingkungan pemrograman adalah
perangkat yang digunakan untuk menulis dan menjalankan kode program, terdiri
dari:
·
Bahasa pemrograman (Python)
·
Interpreter
·
Editor atau IDE
Lingkungan ini membantu proses
pemrograman menjadi lebih rapi dan efisien.
Beberapa cara menjalankan program
Python yang umum digunakan:
1.
Menggunakan IDLE (bawaan Python)
2.
Menggunakan IDE seperti Visual
Studio Code
3.
Menggunakan Google Colab (berbasis
online)
Google Colab adalah layanan dari
Google untuk menjalankan Python secara online tanpa perlu instalasi.
·
Tidak perlu instalasi
·
Bisa diakses dari mana saja
·
Cocok untuk pemula
·
Ideal untuk perangkat dengan
spesifikasi terbatas
Karena itu, Google Colab sangat
direkomendasikan sebagai media belajar Python di SMK.
Belajar koding merupakan investasi
keterampilan masa depan bagi siswa SMK. Koding tidak hanya mengajarkan
teknologi, tetapi juga melatih logika, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah.
Koding bukan tentang siapa yang
paling pintar, tetapi siapa yang mau terus belajar.

Di era digital saat ini, kecerdasan buatan (AI) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Dari aplikasi sehari-hari hingga inovasi dalam dunia industri, AI menawarkan berbagai manfaat yang luar biasa. Namun, seiring dengan kemajuan teknologi ini, muncul pula tantangan besar terkait bagaimana kita harus menggunakan AI secara etis dan bertanggung jawab.
Sebagai siswa yang tengah mempelajari topik ini, penting bagi kita untuk tidak hanya memahami bagaimana AI bekerja, tetapi juga untuk mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat, privasi, dan hak asasi manusia. Dalam postingan ini, kita akan membahas tentang etika penggunaan AI, tantangan yang dihadapi, dan bagaimana kita bisa memastikan bahwa teknologi ini digunakan dengan cara yang bermanfaat dan adil bagi semua orang.
Materi :
Tugas Algoritma dan Flowchart (Kelas XAPH3, XBU3 dan XBU4)
Dalam dunia informatika, algoritma dan flowchart merupakan dasar penting dalam mempelajari pemrograman. Sebelum menulis kode, seorang programmer harus memahami langkah-langkah logis untuk menyelesaikan suatu masalah. Algoritma membantu kita menyusun urutan langkah secara sistematis, sedangkan flowchart memvisualisasikan langkah-langkah tersebut dalam bentuk simbol dan diagram yang mudah dipahami.
Melalui tugas ini, siswa diharapkan dapat melatih kemampuan berpikir komputasional, menyusun solusi secara runtut, serta menggambarkannya ke dalam bentuk flowchart yang jelas dan efektif. Kegiatan ini bukan hanya untuk mengenal simbol-simbol flowchart, tetapi juga untuk menumbuhkan kemampuan berpikir logis, analitis, dan kreatif dalam menyelesaikan permasalahan sehari-hari.
Kerjakan tugas di bawah ini :
Materi Pembelajaran Algoritma dan Flowchart - Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA)
Baca juga :
LKPD Algoritma dan Flowchart - Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA)
Setelah mengerjakan LKPD ini, kamu diharapkan mampu:
Menjelaskan pengertian algoritma dan flowchart dengan kata-katamu sendiri.
Mengenali simbol-simbol flowchart dan menjelaskan fungsinya.
Menyusun algoritma dan flowchart dari permasalahan sederhana.
LKPD : Menerapkan Prompting Metode CRAFT
Misi Desain Gaun Malam Futuristik
Seret dan letakkan (drag & drop) potongan prompt di bawah ini ke dalam kotak kategori C.R.A.F.T yang tepat. Tunjukkan keahlian kelompokmu dalam membedah anatomi sebuah prompt!
Saatnya beraksi sebagai tim! Rancanglah sebuah gaun malam futuristik yang terinspirasi dari flora/fauna Indonesia. Tuliskan prompt final yang lengkap di bawah ini, lalu unggah hasil karya terbaik kalian.
atau seret dan letakkan di sini
PNG, JPG, GIF hingga 10MB

Menguasai Seni Membuat Prompt dengan Metode C.R.A.F.T.
Prompt adalah instruksi teks yang Anda berikan kepada AI. Anggap saja Anda adalah seorang sutradara dan AI adalah aktornya. Semakin detail arahan Anda, semakin memukau hasil adegannya. Lihat perbedaannya:
kucing
seekor kucing British Shorthair gemuk tidur di atas tumpukan buku, sinar matahari sore, gaya lukisan cat minyak digital
Di mana & kapan adegan terjadi? Konteks memberikan suasana dan latar belakang yang kaya pada gambar Anda.
Contoh: 'di jalanan kota cyberpunk' atau 'saat senja'.
Siapa atau apa fokus utama gambar? Subjek adalah inti dari cerita visual yang ingin Anda sampaikan.
Contoh: 'seorang pahlawan super wanita' atau 'naga mekanik'.
Apa yang sedang dilakukan subjek? Aksi membuat gambar menjadi dinamis dan hidup, bukan sekadar potret kaku.
Berlari di atap gedung
Duduk di singgasana kristal
Menatap ke kejauhan
Contoh: 'berjalan dengan anggun' atau 'melompat'.
Gaya visual menentukan estetika keseluruhan. Apakah Anda ingin hasil yang fotorealistis, seperti lukisan, atau gaya unik lainnya? Pilihan format sangat mempengaruhi hasil akhir.
Detail adalah pembeda antara gambar generik dan mahakarya. Gunakan kata sifat untuk mendeskripsikan warna, bahan, tekstur, pencahayaan, dan detail rumit lainnya.
Menggabungkan C.R.A.F.T. adalah sebuah proses. Mulai dari ide dasar, lalu lapisi dengan setiap elemen untuk membangun prompt yang sempurna secara bertahap.