Mengajar hari ini, menyiapkan generasi esok

  • – Hasan al-Bashri

    "Jika seorang mencari ilmu, maka itu akan tampak di wajah, tangan, dan lidahnya serta dalam kerendahan hatinya kepada Allah".

  • – Imam Syafi’i

    "Ilmu adalah yang memberikan manfaat, bukan yang sekadar hanya dihafal".

  • – Sufyan bin Uyainah

    "Tahapan pertama dalam mencari ilmu adalah mendengarkan, kemudian diam dan menyimak dengan penuh perhatian, lalu menjaganya, lalu mengamalkannya dan kemudian menyebarkannya"

  • – Imam Syafi’i

    "Barangsiapa belum pernah merasakan pahitnya menuntut ilmu walau sesaat, ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya"

  • – Ali bin Abi Thalib

    "Ilmu itu ada dua macam: apa yang diserap dan yang didengar. Dan yang didengar tidak akan memberikan manfaat jika tidak diserap"

26 Januari 2026

LKPD Pemrograman Phyton Dasar #1

LKPD Pemrograman Phyton Dasar #1

🎯 Tujuan Pembelajaran

Setelah mengerjakan tugas ini, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian bahasa pemrograman Python.

  2. Mengidentifikasi lingkungan dan prasyarat yang dibutuhkan untuk menjalankan Python.

  3. Mengenal dan memahami tipe-tipe data dasar dalam Python.


Baca juga :

Share:

19 Januari 2026

Latihan Mengoperasikan Ms Word #2 - Mengedit Dokumen

latihan-mengoperasikan-ms-word-2

Latihan Mengoperasikan Ms Word #2 - Mengedit Dokumen

Silakan kalian ketik teks di bawah ini sesuai dengan contoh :


Baca juga :
Share:

Pengenalan Koding dan Python untuk Siswa SMK : Materi Dasar Lengkap dan Mudah Dipahami #1

pengenalan-koding-dan-python-untuk-smk-kelas-x

Pengenalan Koding dan Python untuk Siswa SMK : Materi Dasar Lengkap dan Mudah Dipahami

Materi pengenalan koding dan Python untuk siswa SMK. Membahas manfaat koding, contoh penerapan, dan belajar Python dengan Google Colab.

pengenalan-koding-python-untuk-siswa-smk

Tujuan Pembelajaran Pengenalan Koding

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:

·         Memahami pengertian koding dan perannya di era digital

·         Menjelaskan pentingnya koding bagi siswa SMK

·         Mengidentifikasi penerapan koding dalam kehidupan sehari-hari dan dunia kerja

·         Mengenal lingkungan pemrograman Python

·         Mencoba menjalankan Python menggunakan Google Colab

Apa Itu Koding?

Koding (coding) adalah proses menuliskan instruksi kepada komputer menggunakan bahasa pemrograman agar komputer dapat menjalankan perintah tertentu secara logis dan sistematis.

Koding dapat diibaratkan sebagai bahasa komunikasi antara manusia dan komputer. Jika manusia menggunakan bahasa Indonesia, maka komputer menggunakan bahasa pemrograman seperti Python, Java, atau C++.

Contoh Sederhana Koding

Beberapa contoh penggunaan koding antara lain:

·         Menampilkan teks di layar

·         Menghitung nilai rata-rata

·         Menyimpan dan mengolah data

·         Membuat aplikasi dan sistem otomatis

Mengapa Siswa SMK Perlu Belajar Koding?

Belajar koding tidak hanya bertujuan untuk menjadi programmer, tetapi untuk melatih cara berpikir dan kesiapan kerja.

Manfaat Belajar Koding bagi Siswa SMK

1.      Berpikir Logis dan Sistematis
Membantu siswa menyelesaikan masalah secara terstruktur.

2.      Kemampuan Problem Solving
Siswa terbiasa mencari solusi, bukan menghafal.

3.      Siap Menghadapi Dunia Industri
Koding membuat siswa lebih adaptif terhadap teknologi.

4.      Peluang Karier Lebih Luas
Hampir semua bidang kerja membutuhkan teknologi.

5.      Mendukung Kompetensi Kejuruan SMK
Koding relevan untuk bisnis, perhotelan, kuliner, desain, hingga teknik.

Baca juga :

Materi Pembelajaran Algoritma dan Flowchart - Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA)

Contoh Penerapan Koding dalam Kehidupan Sehari-hari

Tanpa disadari, kita menggunakan hasil koding setiap hari, seperti:

·         Aplikasi media sosial

·         Sistem kasir minimarket

·         Aplikasi pemesanan makanan

·         ATM dan mobile banking

·         Sistem absensi dan pengolahan nilai sekolah

Semua sistem tersebut berjalan karena program yang dibuat melalui koding.

Profesi Masa Depan yang Berkaitan dengan Koding

Berikut beberapa profesi yang membutuhkan kemampuan koding:

·         Programmer / Software Developer

·         Web Developer

·         Data Analyst

·         AI Engineer

·         Game Developer

·         Teknisi Sistem Informasi

Hal ini menunjukkan bahwa koding adalah keterampilan penting di masa depan.

Persiapan Lingkungan Pemrograman Python

Apa Itu Lingkungan Pemrograman?

Lingkungan pemrograman adalah perangkat yang digunakan untuk menulis dan menjalankan kode program, terdiri dari:

·         Bahasa pemrograman (Python)

·         Interpreter

·         Editor atau IDE

Lingkungan ini membantu proses pemrograman menjadi lebih rapi dan efisien.

Cara Menjalankan Program Python

Beberapa cara menjalankan program Python yang umum digunakan:

1.      Menggunakan IDLE (bawaan Python)

2.      Menggunakan IDE seperti Visual Studio Code

3.      Menggunakan Google Colab (berbasis online)

Belajar Python Menggunakan Google Colab

Google Colab adalah layanan dari Google untuk menjalankan Python secara online tanpa perlu instalasi.

Kelebihan Google Colab untuk Siswa SMK

·         Tidak perlu instalasi

·         Bisa diakses dari mana saja

·         Cocok untuk pemula

·         Ideal untuk perangkat dengan spesifikasi terbatas

Karena itu, Google Colab sangat direkomendasikan sebagai media belajar Python di SMK.

Kesimpulan

Belajar koding merupakan investasi keterampilan masa depan bagi siswa SMK. Koding tidak hanya mengajarkan teknologi, tetapi juga melatih logika, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah.

Koding bukan tentang siapa yang paling pintar, tetapi siapa yang mau terus belajar.

 




Share:

18 Januari 2026

Rencana Pembelajaran Mendalam / Modul Ajar Matematika Kelas 2 SD Semester 1 - Penjumlahan dan Pengurangan

rencana-pembelajaran-mendalam-modul-ajar-matematika-kelas-2-sd-penjumlahan-dan-pengurangan

Modul Ajar Matematika Kelas 2 SD Kurikulum Merdeka

Penjumlahan dan Pengurangan

Operasi hitung penjumlahan dan pengurangan merupakan keterampilan dasar yang harus dikuasai siswa pada jenjang kelas awal. Dalam modul ajar Matematika kelas 2 SD Kurikulum Merdeka semester 1, topik “Penjumlahan dan Pengurangan” dikembangkan menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam SD agar siswa tidak hanya mampu menghitung, tetapi juga memahami makna proses berhitung dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui modul ajar pembelajaran mendalam Matematika kelas 2 SD, siswa diajak menyelesaikan masalah kontekstual, menggunakan benda konkret, gambar, serta strategi berhitung sederhana. Pembelajaran ini membantu siswa memahami hubungan antara penjumlahan dan pengurangan, melatih cara berpikir logis, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam menyelesaikan soal Matematika di kelas 2 semester 1.

Baca juga :

Rencana Pembelajaran Mendalam / Modul Ajar Matematika Kelas 2 SD Semester 1 - Ayo Membilang Sampai Dengan 50

Postingan blog ini menjadi pengantar bagi guru yang membutuhkan referensi modul ajar Matematika kelas 2 SD semester 1 yang praktis dan mudah diterapkan. Dengan topik Penjumlahan dan Pengurangan, pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan kemampuan numerasi siswa sekaligus mendukung pencapaian 8 dimensi Profil Lulusan, khususnya bernalar kritis, mandiri, dan mampu memecahkan masalah sederhana.

Tujuan Pembelajaran Matematika Kelas 2

Penjumlahan dan Pengurangan

Menguasai Operasi Hitung Dasar

Siswa mampu melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan dengan tepat melalui berbagai strategi dan media konkret.

Keterkaitan dengan Pembelajaran Mendalam SD

Pembelajaran menekankan eksplorasi, praktik langsung, diskusi, dan refleksi agar konsep penjumlahan dan pengurangan dipahami secara bermakna.

Selengkapnya :

Share:

Rencana Pembelajaran Mendalam / Modul Ajar Matematika Kelas 2 SD Semester 1 - Ayo Membilang Sampai Dengan 50

rencana-pembelajaran-mendalam-modul-ajar-matematika-kelas-2-sd-membilang-sampai-50

Modul Ajar Matematika Kelas 2 SD Kurikulum Merdeka

Ayo Membilang Sampai dengan 50

Kemampuan membilang merupakan fondasi penting dalam penguatan numerasi pada jenjang sekolah dasar. Melalui modul ajar Matematika kelas 2 SD Kurikulum Merdeka semester 1, topik “Ayo Membilang Sampai dengan 50” dirancang dengan pendekatan pembelajaran mendalam SD agar peserta didik mampu memahami konsep bilangan secara bertahap, tidak hanya menghafal urutan angka, tetapi juga mengenali nilai dan maknanya.

Dalam modul ajar pembelajaran mendalam Matematika kelas 2 SD, siswa diajak membilang, mengelompokkan, serta membandingkan banyak benda hingga angka 50 melalui aktivitas konkret dan kontekstual. Pembelajaran dikemas melalui permainan berhitung, pengamatan benda di sekitar, serta diskusi sederhana sehingga proses belajar di kelas 2 semester 1 menjadi lebih menyenangkan dan bermakna.

Baca juga :

Rencana Pembelajaran Mendalam / Modul Ajar Matematika Kelas 1 SD Semester 2 - Mengenal Diagram Sederhana

Postingan blog ini menjadi pengantar bagi guru kelas 2 SD yang membutuhkan referensi modul ajar Matematika kelas 2 SD semester 1 yang praktis dan mudah diterapkan. Dengan topik Membilang Sampai dengan 50, pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan kemampuan numerasi siswa sekaligus mendukung pencapaian 8 dimensi Profil Lulusan, khususnya bernalar kritis, mandiri, dan mampu belajar secara bertahap.

Tujuan Pembelajaran Matematika Kelas 2

Membilang Sampai dengan 50

Memahami Bilangan Sampai 50

Siswa mampu membilang, menyebutkan, menuliskan, dan menunjukkan bilangan sampai 50 menggunakan benda konkret, gambar, dan situasi sehari-hari.

Keterkaitan dengan Pembelajaran Mendalam SD

Pembelajaran menekankan pengalaman langsung, eksplorasi, dan refleksi sederhana agar konsep bilangan dipahami secara bermakna dan berkelanjutan.

Selengkapnya :

Share:

Rencana Pembelajaran Mendalam / Modul Ajar Matematika Kelas 1 SD Semester 2 - Mengenal Diagram Sederhana

rencana-pembelajaran-mendalam-modul-ajar-matematika-kelas-1-sd-mengenal-diagram-sederhana

Modul Ajar Matematika Kelas 1 SD Kurikulum Merdeka

Mengenal Diagram Sederhana

Pemahaman awal tentang penyajian data menjadi bagian penting dalam pembelajaran numerasi di sekolah dasar. Melalui modul ajar Matematika kelas 1 SD Kurikulum Merdeka semester 2, topik “Mengenal Diagram” disusun dengan pendekatan pembelajaran mendalam SD agar siswa mampu membaca dan memahami informasi sederhana dalam bentuk visual sejak dini.

Dalam modul ajar pembelajaran mendalam Matematika kelas 1 SD, siswa diajak mengenal diagram sederhana seperti diagram gambar dan diagram batang melalui aktivitas mengelompokkan data, menghitung jumlah, serta menyajikan hasil pengamatan dalam bentuk visual yang mudah dipahami. Pembelajaran ini membantu siswa menghubungkan konsep bilangan dengan data nyata di sekitar mereka pada kelas 1 semester 2.

Baca juga :

Rencana Pembelajaran Mendalam / Modul Ajar Matematika Kelas 1 SD Semester 2 - Mengukur Panjang Benda

Postingan blog ini menjadi pengantar bagi guru yang membutuhkan referensi modul ajar Matematika kelas 1 SD semester 2 dengan materi Mengenal Diagram Sederhana. Modul ajar ini dirancang untuk mendukung pembelajaran aktif dan kontekstual serta selaras dengan 8 dimensi Profil Lulusan, khususnya bernalar kritis, kreatif, dan mampu mengomunikasikan informasi sederhana.

Tujuan Pembelajaran Matematika Kelas 1

Mengenal Diagram

Memahami Penyajian Data Sederhana

Siswa mampu membaca, menafsirkan, dan menyajikan data sederhana dalam bentuk diagram gambar atau diagram batang sederhana.

Keterkaitan dengan Pembelajaran Mendalam SD

Pembelajaran menekankan pengamatan langsung, pengelompokan data, dan refleksi sederhana agar siswa memahami fungsi diagram sebagai alat penyaji informasi.

Selengkapnya :

Share:

Rencana Pembelajaran Mendalam / Modul Ajar Matematika Kelas 1 SD Semester 2 - Mengukur Panjang Benda

rencana-pembelajaran-mendalam-modul-ajar-matematika-kelas-1-sd-mengukur-panjang-benda

Modul Ajar Matematika Kelas 1 SD Kurikulum Merdeka

Mengukur Panjang Benda

Konsep pengukuran merupakan bagian penting dalam pengembangan literasi numerasi siswa sekolah dasar. Pada modul ajar Matematika kelas 1 SD Kurikulum Merdeka semester 2, topik “Mengukur Panjang Benda” disusun dengan pendekatan pembelajaran mendalam SD agar peserta didik memahami makna panjang dan perbandingan ukuran melalui pengalaman langsung dan kontekstual.

Melalui modul ajar pembelajaran mendalam Matematika kelas 1 SD, siswa diajak mengukur panjang berbagai benda di sekitar mereka menggunakan satuan tidak baku seperti jengkal, langkah, pensil, atau tali. Aktivitas ini membantu siswa memahami konsep lebih panjang, lebih pendek, dan sama panjang secara konkret, sehingga pembelajaran kelas 1 semester 2 menjadi lebih bermakna dan menyenangkan.

Baca juga :

Rencana Pembelajaran Mendalam / Modul Ajar Matematika Kelas 1 SD Semester 2 - Penjumlahan dan Pengurangan Sampai dengan 20

Postingan blog ini menjadi pengantar bagi guru kelas 1 SD yang membutuhkan referensi modul ajar Matematika kelas 1 SD semester 2 dengan materi Mengukur Panjang Benda. Modul ini dirancang untuk mendukung pembelajaran aktif, eksploratif, serta selaras dengan 8 dimensi Profil Lulusan, khususnya bernalar kritis, kreatif, dan mandiri dalam menyelesaikan masalah sederhana.

Tujuan Pembelajaran Matematika Kelas 1

Mengukur Panjang Benda

Memahami Konsep Panjang dan Perbandingan

Siswa mampu membandingkan dan mengukur panjang benda menggunakan satuan tidak baku serta mengungkapkan hasilnya secara lisan dan sederhana.

Keterkaitan dengan Pembelajaran Mendalam SD

Pembelajaran menekankan observasi langsung, praktik nyata, dan refleksi sederhana agar siswa memahami konsep pengukuran secara utuh dan tidak abstrak.

Selengkapnya :

Share:

Rencana Pembelajaran Mendalam / Modul Ajar Matematika Kelas 1 SD Semester 2 - Penjumlahan dan Pengurangan Sampai dengan 20

rencana-pembelajaran-mendalam-modul-ajar-matematika-kelas-1-sd-penjumlahan-dan-pengurangan-sampai-20

Modul Ajar Matematika Kelas 1 SD Kurikulum Merdeka

Penjumlahan dan Pengurangan Sampai dengan 20

Pembelajaran operasi hitung dasar menjadi tahap penting dalam penguatan numerasi peserta didik di kelas awal. Melalui modul ajar Matematika kelas 1 SD Kurikulum Merdeka semester 2, topik “Penjumlahan dan Pengurangan Sampai dengan 20” dirancang menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam SD agar siswa memahami konsep menghitung secara utuh, bermakna, dan tidak sekadar menghafal hasil.

Dalam modul ajar pembelajaran mendalam Matematika kelas 1 SD, siswa diajak melakukan penjumlahan dan pengurangan melalui aktivitas konkret seperti menggabungkan dan mengurangi benda, permainan berhitung, serta pemecahan masalah sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini membantu siswa memahami hubungan antara penjumlahan dan pengurangan serta melatih cara berpikir logis sejak dini pada kelas 1 semester 2.

Baca juga :

Rencana Pembelajaran Mendalam / Modul Ajar Matematika Kelas 1 SD Semester 2 - Ayo Membilang Sampai Angka 20

Postingan blog ini menjadi pengantar bagi guru yang membutuhkan referensi modul ajar Matematika kelas 1 SD semester 2 yang praktis dan kontekstual. Dengan topik Penjumlahan dan Pengurangan Sampai dengan 20, pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan kemampuan numerasi dasar sekaligus mendukung pencapaian 8 dimensi Profil Lulusan, terutama bernalar kritis, mandiri, dan mampu memecahkan masalah sederhana.

Tujuan Pembelajaran Matematika Kelas 1

Penjumlahan dan Pengurangan Sampai 20

Menguasai Operasi Hitung Dasar

Siswa mampu melakukan penjumlahan dan pengurangan dua bilangan dengan hasil maksimal 20 menggunakan benda konkret, gambar, dan situasi sehari-hari.

Keterkaitan dengan Pembelajaran Mendalam SD

Pembelajaran menekankan eksplorasi, praktik langsung, dan refleksi sederhana agar konsep operasi hitung dipahami secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Selengkapnya :

Share:

Rencana Pembelajaran Mendalam / Modul Ajar Matematika Kelas 1 SD Semester 2 - Ayo Membilang Sampai Angka 20

rencana-pembelajaran-mendalam-modul-ajar-matematika-kelas-1-sd-membilang-sampai-20

Modul Ajar Matematika Kelas 1 SD Kurikulum Merdeka

Membilang Sampai Angka 20

Kemampuan membilang merupakan dasar penting dalam pengembangan numerasi siswa sekolah dasar. Pada modul ajar Matematika kelas 1 SD Kurikulum Merdeka semester 2, topik “Membilang Sampai Angka 20” disusun dengan pendekatan pembelajaran mendalam SD agar peserta didik tidak hanya mampu menyebutkan urutan angka, tetapi juga memahami makna bilangan melalui pengalaman nyata dan kontekstual.

Melalui modul ajar pembelajaran mendalam Matematika kelas 1 SD, siswa diajak membilang benda konkret, mengelompokkan jumlah, serta menghubungkan lambang bilangan dengan banyaknya objek hingga angka 20. Aktivitas pembelajaran dirancang bertahap dan menyenangkan, sehingga membantu siswa memperkuat pemahaman konsep bilangan sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dalam belajar Matematika pada kelas 1 semester 2.

Baca juga :

Rencana Pembelajaran Mendalam / Modul Ajar Matematika Kelas 1 SD Semester 1 - Mengenal Bentuk

Postingan blog ini menjadi pengantar bagi guru kelas 1 SD yang mencari referensi modul ajar Matematika kelas 1 SD semester 2 yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Dengan topik Membilang Sampai Angka 20, pembelajaran diharapkan mampu mendukung peningkatan numerasi dasar serta selaras dengan 8 dimensi Profil Lulusan, khususnya bernalar kritis, mandiri, dan mampu belajar secara bertahap.

Tujuan Pembelajaran Matematika Kelas 1: Membilang

Membilang dan Mengenal Bilangan Sampai 20

Siswa mampu membilang, menunjukkan, dan menuliskan bilangan sampai 20 menggunakan benda konkret, gambar, dan aktivitas sehari-hari.

Keterkaitan dengan Pembelajaran Mendalam SD

Pembelajaran menekankan pengalaman langsung, eksplorasi, dan refleksi sederhana agar siswa memahami konsep bilangan secara bermakna dan berkelanjutan.

Selengkapnya :

Share:

17 Januari 2026

Rencana Pembelajaran Mendalam / Modul Ajar Matematika Kelas 1 SD Semester 1 - Mengenal Bentuk

rencana-pembelajaran-mendalam-modul-ajar-mendalam-matematika-kelas-1-sd-mengenal-bentuk

Modul Ajar Matematika Kelas 1 SD Kurikulum Merdeka

Mengenal Bentuk Bangun Datar

Pembelajaran geometri dasar menjadi bagian penting dalam modul ajar Matematika kelas 1 SD Kurikulum Merdeka, terutama pada topik “Mengenal Bentuk”. Melalui pendekatan pembelajaran mendalam SD, siswa kelas 1 semester 1 diajak mengenal berbagai bentuk bangun datar seperti lingkaran, persegi, persegi panjang, dan segitiga melalui pengalaman langsung yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dalam modul ajar pembelajaran mendalam Matematika kelas 1 SD, pengenalan bentuk tidak hanya dilakukan melalui gambar di buku, tetapi juga melalui aktivitas mengamati benda di sekitar kelas dan rumah, menyusun bentuk, serta bermain sambil belajar. Pendekatan ini membantu siswa memahami ciri-ciri setiap bentuk secara konkret dan bermakna, sehingga konsep geometri dasar tertanam dengan baik sejak awal.

Postingan blog ini menjadi pengantar bagi guru yang membutuhkan referensi modul ajar Matematika kelas 1 SD semester 1 dengan materi Mengenal Bentuk Bangun Datar. Modul ajar ini dirancang untuk mendukung pembelajaran aktif, menyenangkan, serta selaras dengan 8 dimensi Profil Lulusan, khususnya dalam mengembangkan kemampuan bernalar kritis, kreativitas, dan kemandirian siswa.

Tujuan Pembelajaran Matematika Kelas 1: Mengenal Bentuk

Memahami Bentuk Bangun Datar Dasar

Siswa mampu mengenali, menyebutkan, dan mengelompokkan bentuk bangun datar sederhana berdasarkan ciri-cirinya melalui benda konkret dan gambar.

Keterkaitan dengan Pembelajaran Mendalam SD

Pembelajaran menekankan eksplorasi langsung, pengamatan, dan refleksi sederhana agar siswa memahami konsep bentuk secara menyeluruh dan tidak sekadar menghafal nama.

Share:

Rencana Pembelajaran Mendalam / Modul Ajar Matematika Kelas 1 SD Semester 1 - Pengurangan sampai dengan 10

modul-ajar-matematika-kelas-1-sd-pembelajaran-mendalam-penjumlahan-sampai-10

Modul Ajar Matematika Kelas 1 SD Kurikulum Merdeka

Pengurangan Sampai dengan 10

Pembelajaran Matematika di kelas 1 SD menjadi fondasi penting dalam mengembangkan kemampuan numerasi peserta didik sejak dini. Melalui modul ajar Matematika kelas 1 SD Kurikulum Merdeka dengan pendekatan pembelajaran mendalam SD, topik “Pengurangan Sampai dengan 10” dirancang agar siswa memahami konsep mengurangi secara konkret, bertahap, dan bermakna. Materi ini sangat relevan untuk kelas 1 semester 1, ketika siswa mulai mengenal operasi hitung dasar secara utuh.

Dalam modul ajar pembelajaran mendalam Matematika kelas 1 SD, pengurangan dikenalkan melalui aktivitas nyata seperti mengambil benda, menghitung sisa, mengamati gambar, serta permainan sederhana. Siswa tidak hanya menghafal hasil pengurangan, tetapi juga memahami makna “berkurang” dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini membantu siswa membangun pemahaman konsep yang kuat sekaligus mengurangi kecemasan belajar Matematika sejak awal.

Baca juga :

Rencana Pembelajaran Mendalam / Modul Ajar Matematika Kelas 1 SD Semester 1 - Penjumlahan sampai dengan 10

Postingan blog ini menjadi pengantar bagi guru yang mencari referensi modul ajar Matematika kelas 1 SD semester 1 yang kontekstual dan mudah diterapkan di kelas. Dengan topik Pengurangan Sampai dengan 10, pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan kemampuan numerasi dasar sekaligus mendukung pencapaian 8 dimensi Profil Lulusan, khususnya bernalar kritis, mandiri, dan mampu memecahkan masalah sederhana.

Tujuan Pembelajaran Matematika Kelas 1 : Pengurangan

Memahami Konsep Pengurangan Dasar

Siswa mampu melakukan pengurangan dua bilangan dengan hasil maksimal 10 menggunakan benda konkret, gambar, dan situasi nyata.

Keterkaitan dengan Pembelajaran Mendalam SD

Pembelajaran dirancang berbasis pengalaman langsung, eksplorasi, dan refleksi sederhana agar konsep pengurangan dipahami secara utuh dan tidak sekadar menghafal.

Selengkapnya :

Share:

Rencana Pembelajaran Mendalam / Modul Ajar Matematika Kelas 1 SD Semester 1 - Penjumlahan sampai dengan 10

rencana-pembelajaran-mendalam-modul-ajar-matematika-kelas-1-sd-penjumlahan-sampai-10

Modul Ajar Matematika Kelas 1 SD Kurikulum Merdeka

Penjumlahan Sampai dengan 10

Pembelajaran Matematika di kelas 1 SD berperan penting dalam membangun dasar kemampuan berhitung peserta didik. Melalui modul ajar Matematika kelas 1 SD Kurikulum Merdeka dengan pendekatan pembelajaran mendalam SD, topik “Penjumlahan Sampai dengan 10” dirancang untuk membantu siswa memahami konsep penjumlahan secara sederhana, konkret, dan menyenangkan. Materi ini sangat sesuai untuk kelas 1 semester 1, saat siswa mulai mengenal operasi hitung dasar.

Dalam modul ajar pembelajaran mendalam Matematika kelas 1 SD, siswa diajak melakukan penjumlahan melalui aktivitas nyata seperti menggabungkan benda, menghitung gambar, bermain peran, dan berdiskusi sederhana. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses berpikir siswa saat menggabungkan dua kelompok benda. Pendekatan ini membantu siswa membangun pemahaman yang kuat sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dalam belajar Matematika.

Baca juga :

Rencana Pembelajaran Mendalam / Modul Ajar Matematika Kelas 1 SD Semester 1 - Ayo Membilang sampai dengan 10

Postingan blog ini menjadi pengantar bagi guru kelas 1 SD yang membutuhkan referensi modul ajar Matematika kelas 1 SD semester 1 yang kontekstual dan mudah diterapkan. Dengan topik Penjumlahan Sampai dengan 10, pembelajaran diharapkan mampu mengembangkan kemampuan numerasi dasar serta mendukung pencapaian 8 dimensi Profil Lulusan, khususnya bernalar kritis, mandiri, dan kolaboratif.

Tujuan Pembelajaran Matematika Kelas 1 : Penjumlahan

Memahami Konsep Penjumlahan Dasar

Siswa mampu melakukan penjumlahan dua bilangan dengan hasil maksimal 10 menggunakan benda konkret dan gambar.

Keterkaitan dengan Pembelajaran Mendalam SD

Pembelajaran menekankan pengalaman langsung, eksplorasi, dan refleksi sederhana agar konsep penjumlahan dipahami secara bermakna.

Dokumen selengkapnya :

Share:

Rencana Pembelajaran Mendalam / Modul Ajar Matematika Kelas 1 SD Semester 1 - Ayo Membilang sampai dengan 10

rencana-pembelajaran-mendalam-modul-ajar-matematika-kelas-1-sd-membilang-sampai-10

Modul Ajar Matematika Kelas 1 SD Kurikulum Merdeka

Ayo Membilang Sampai dengan 10

Pembelajaran Matematika di kelas 1 SD menjadi fondasi penting bagi perkembangan kemampuan numerasi peserta didik. Melalui modul ajar Matematika kelas 1 SD Kurikulum Merdeka dengan pendekatan pembelajaran mendalam SD, topik “Ayo Membilang Sampai dengan 10” dirancang untuk membantu siswa mengenal konsep bilangan secara bertahap, menyenangkan, dan bermakna. Materi ini sangat sesuai untuk kelas 1 semester 1, saat siswa mulai belajar memahami angka dan jumlah benda di sekitarnya.

Dalam modul ajar pembelajaran mendalam Matematika kelas 1 SD, siswa diajak belajar membilang melalui aktivitas konkret seperti menghitung benda, bermain, bernyanyi, dan mengamati lingkungan sekitar. Pembelajaran tidak hanya menekankan hafalan angka 1 sampai 10, tetapi juga pemahaman makna bilangan melalui pengalaman langsung. Pendekatan ini mendukung perkembangan 8 dimensi Profil Lulusan, khususnya pada aspek bernalar kritis, kemandirian, dan rasa percaya diri dalam belajar.

Postingan blog ini menjadi pengantar bagi guru kelas 1 SD yang mencari referensi modul ajar Matematika kelas 1 SD semester 1 yang sesuai dengan karakteristik peserta didik awal. Dengan topik Ayo Membilang Sampai dengan 10, pembelajaran diharapkan mampu membangun dasar numerasi yang kuat sekaligus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan ramah anak.

Tujuan Pembelajaran Matematika Kelas 1: Membilang 1–10

Mengembangkan Kemampuan Numerasi Dasar

Siswa mampu mengenal, menyebutkan, dan membilang bilangan 1 sampai dengan 10 menggunakan benda konkret.

Baca juga :

Rencana Pembelajaran Mendalam / Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Semester 2 - Aman di Dunia Maya

Keterkaitan dengan Pembelajaran Mendalam SD

Pembelajaran mendorong siswa belajar melalui pengalaman langsung, refleksi sederhana, dan penguatan konsep secara bertahap.

Berikut selengkapnya :

Share:

13 Januari 2026

Guru Tidak Wajib Lagi Menjadi Bendahara BOS Mulai 2026

Kabar baik datang bagi dunia pendidikan Indonesia. Mulai tahun 2026, guru tidak lagi diwajibkan—bahkan tidak semestinya—ditunjuk sebagai Bendahara Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Kebijakan ini menjadi tonggak penting dalam perbaikan tata kelola sekolah serta mengakhiri praktik lama yang selama ini membebani guru dengan tugas administratif di luar peran utamanya sebagai pendidik.

Beban Administratif Guru Selama Ini

Guru Mengajar Sekaligus Mengurus Keuangan Sekolah

Selama bertahun-tahun, penunjukan guru sebagai Bendahara BOS merupakan hal yang lazim di sekolah negeri. Guru tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga harus mengelola kuitansi, menyusun laporan keuangan, hingga menginput data melalui aplikasi ARKAS.

Akar Masalah: Kekurangan ASN Non-Guru

Kondisi ini bukan sepenuhnya kesalahan kepala sekolah. Masalah utama terletak pada keterbatasan sumber daya manusia dan celah regulasi yang memungkinkan guru mengisi jabatan bendahara ketika tidak tersedia ASN non-guru di sekolah.

Baca juga :

Poster 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Pdf

Dasar Hukum Penunjukan Bendahara BOS

Permendagri Nomor 3 Tahun 2023

Dalam Permendagri Nomor 3 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Dana BOS, Pasal 9 Ayat (1) secara tegas menyatakan bahwa Bendahara BOS harus berasal dari ASN non-guru atau tenaga kependidikan (tendik).

Namun, Pasal 9 Ayat (2) membuka celah dengan menyebutkan bahwa guru ASN dapat ditunjuk sebagai bendahara apabila tidak tersedia tendik ASN non-guru.

Celah Regulasi yang Dimanfaatkan Selama Bertahun-tahun

Ayat (2) inilah yang selama ini menjadi “pintu darurat” bagi kepala sekolah. Faktanya, sebagian besar sekolah negeri mengalami kekurangan ASN non-guru karena operator sekolah, staf tata usaha, pustakawan, dan penjaga sekolah masih berstatus honorer.

Perubahan Besar Mulai Tahun 2026

Pengangkatan PPPK Paruh Waktu

Mulai tahun 2026, pemerintah melakukan langkah strategis dengan mengangkat banyak tenaga honorer menjadi ASN PPPK Paruh Waktu. Kebijakan ini berdampak langsung pada struktur kepegawaian sekolah.

Operator sekolah, staf TU, dan tenaga kependidikan lainnya kini resmi berstatus ASN, meskipun bekerja secara paruh waktu.

Kepmenpan RB Nomor 16 Tahun 2025

Dalam Kepmenpan RB Nomor 16 Tahun 2025, ditegaskan bahwa PPPK Paruh Waktu adalah ASN secara sah. Tidak ada perbedaan status hukum antara ASN penuh waktu dan paruh waktu dalam konteks kepegawaian.

Dengan demikian, sekolah kini telah memiliki ASN non-guru yang memenuhi syarat sebagai Bendahara BOS.

Guru Tidak Boleh Lagi Menjadi Bendahara BOS

Ayat (2) Tidak Lagi Relevan

Karena syarat Pasal 9 Ayat (1) telah terpenuhi, maka penggunaan Pasal 9 Ayat (2) otomatis tidak relevan lagi. Logikanya sederhana: jika ASN non-guru tersedia, guru tidak boleh ditunjuk sebagai bendahara.

Pintu darurat yang selama ini digunakan kini resmi tertutup.

Apakah PPPK Paruh Waktu Bisa Menjadi Bendahara BOS?

Jawabannya bisa. Regulasi tidak membedakan ASN penuh waktu dan paruh waktu dalam penugasan administratif. Selama statusnya ASN, maka sah secara hukum untuk ditunjuk sebagai Bendahara BOS.

Dampak Positif Kebijakan Ini bagi Dunia Pendidikan

1. Guru Lebih Fokus Mengajar

Guru dapat kembali fokus pada tugas utamanya, yaitu mendidik dan membimbing siswa. Guru bukan akuntan dadakan atau petugas pajak, dan kompetensi pedagogik seharusnya tidak dibebani risiko administratif dan hukum.

2. Tata Kelola Sekolah Lebih Efisien

Penunjukan tenaga kependidikan ASN sebagai Bendahara BOS lebih tepat karena tugas administratif memang menjadi ranah kerja mereka. Dengan legalitas PPPK Paruh Waktu, pembagian tugas di sekolah menjadi lebih proporsional dan profesional.

3. Kesehatan Mental Guru Lebih Terjaga

Tekanan mengelola dana BOS—dengan risiko temuan audit akibat kesalahan teknis kecil—selama ini menjadi sumber stres bagi guru. Bebas dari beban tersebut, guru dapat bekerja dengan lebih tenang dan optimal.

Momentum Restorasi Peran Sekolah Tahun 2026

Bagi kepala sekolah, tahun 2026 menjadi momentum penting untuk melakukan penataan ulang pembagian tugas di sekolah. Ini bukan sekadar urusan administrasi, tetapi bentuk nyata keberpihakan pada mutu pendidikan.

Jika masih ada kepala sekolah yang beralasan tidak tersedia ASN non-guru untuk menunjuk guru sebagai Bendahara BOS, kini guru memiliki dasar hukum yang kuat untuk menolak secara profesional, dengan merujuk pada:

  • Permendagri Nomor 3 Tahun 2023

  • Kepmenpan RB Nomor 16 Tahun 2025

Babak Baru Tata Kelola Pendidikan

Tahun 2026 menandai babak baru dalam pengelolaan sekolah. Guru kembali fokus di kelas, tenaga kependidikan menangani administrasi, dan tata kelola pendidikan berjalan lebih sehat.

Perubahan ini mungkin tampak sederhana, namun dampaknya sangat besar bagi kualitas pendidikan nasional.

Berikut ini Permendagri Nomor 3 Tahun 2023 selengkapnya :

Share:

09 Januari 2026

Rencana Pembelajaran Mendalam / Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Semester 2 - Aman di Dunia Maya

Rencana Pembelajaran Mendalam / Modul Ajar Bahasa-Indonesia-Kelas-6-SD-Semester-2-Aman-di-Dunia-Maya

Modul Ajar Pembelajaran Mendalam SD : Aman di Dunia Maya

Perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat sekaligus tantangan bagi peserta didik di sekolah dasar. Melalui modul ajar SD Kurikulum Merdeka dengan pendekatan pembelajaran mendalam SD, topik “Aman di Dunia Maya” dirancang untuk membekali siswa dengan pemahaman dasar tentang keamanan digital, etika berinternet, serta cara menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Tema ini menjadi sangat relevan seiring meningkatnya penggunaan gawai dan internet dalam kehidupan sehari-hari anak.

Dalam modul ajar pembelajaran mendalam SD, siswa diajak mengenali berbagai aktivitas di dunia maya, seperti belajar daring, bermain gim, dan berkomunikasi melalui media digital. Pembelajaran difokuskan pada pengenalan risiko sederhana, cara melindungi data pribadi, serta sikap yang tepat saat berinteraksi di internet. Pendekatan ini sejalan dengan penguatan 8 dimensi Profil Lulusan, khususnya pada aspek bernalar kritis, tanggung jawab, dan karakter.

Baca juga :

Rencana Pembelajaran Mendalam / Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Semester 2 - Aku Bisa Berempati

Postingan blog ini menjadi pengantar bagi guru dan pendidik yang mencari referensi modul ajar pembelajaran mendalam SD Kurikulum Merdeka dengan tema literasi digital. Melalui topik Aman di Dunia Maya, pembelajaran diharapkan mampu membentuk peserta didik yang cakap digital, beretika, dan mampu menjaga diri saat beraktivitas di ruang digital.

Tujuan Pembelajaran Tema Aman di Dunia Maya

Menumbuhkan Kesadaran Keamanan Digital Sejak Dini

Siswa memahami pentingnya menjaga data pribadi dan bersikap aman saat menggunakan internet.

Keterkaitan dengan Pembelajaran Mendalam SD

Pembelajaran mendorong siswa untuk memahami risiko, merefleksikan pengalaman digital, dan menerapkan perilaku aman di dunia maya.

Share:

Subscribe Us

Latihan TKA (SD, SMP, SMA/SMK)

Latihan TKA (SD, SMP, SMA/SMK)
Berlatih dan Bisa

Pengikut

Statistik Pengunjung

Promo